Cara Mengisi Data ke Kartu MIFARE: Panduan Edukasi Lengkap dari Dasar hingga Implementasi Sistem Parkir & Akses Modern
Kartu MIFARE merupakan salah satu teknologi RFID/NFC paling banyak digunakan di Indonesia, mulai dari sistem parkir, akses kontrol gedung, kartu member, hingga tiket transportasi. Meski terlihat sederhana (cukup tap), proses pengisian dan pengelolaan data ke kartu MIFARE memiliki aturan teknis yang wajib dipahami agar sistem aman, stabil, dan tidak mudah disalahgunakan.
Artikel ini disusun sebagai panduan edukasi panjang & komprehensif, cocok untuk:
-
Teknisi parkir & gate system
-
Tim IT & integrator sistem
-
Pengelola gedung, kawasan industri, pelabuhan
-
Mahasiswa & praktisi RFID/NFC
Apa Itu Kartu MIFARE dan Mengapa Sangat Populer?
MIFARE adalah keluarga kartu smart card berbasis NFC 13,56 MHz yang dikembangkan oleh NXP Semiconductors. Teknologi ini menjadi standar de facto untuk sistem tap card karena:
-
Respon sangat cepat (≤300 ms)
-
Tidak perlu kontak fisik
-
Umur kartu panjang
-
Didukung ribuan jenis reader di dunia
Jenis Kartu MIFARE yang Umum Digunakan
-
MIFARE Classic 1K
Paling umum untuk parkir & akses kontrol -
MIFARE Ultralight
Biasanya untuk tiket sekali pakai -
MIFARE DESFire EV1
Keamanan tinggi (AES), kelas enterprise
📌 Catatan penting: Cara mengisi data MIFARE Classic berbeda total dengan DESFire. Artikel ini fokus utama pada MIFARE Classic, karena paling banyak dipakai di sistem parkir Indonesia.
Memahami Struktur Memori MIFARE Classic (Fondasi Wajib)
Sebelum menulis data, Anda harus memahami struktur memori kartu.
Struktur Dasar
-
Total memori: 1 KB
-
Dibagi menjadi 16 sektor
-
Tiap sektor terdiri dari 4 blok
-
1 blok = 16 byte
Fungsi Tiap Blok
-
Block 0 → UID & manufacturer data (tidak bisa ditulis)
-
Block data (1–2–3) → tempat menyimpan informasi
-
Block terakhir (sector trailer) → keamanan
Isi Sector Trailer
-
Key A (6 byte)
-
Access Bits (4 byte)
-
Key B (6 byte)
⚠️ Jika sector trailer salah ditulis → kartu bisa terkunci permanen.
Alat yang Dibutuhkan untuk Mengisi Data
Perangkat Keras (Hardware)
-
NFC Reader/Writer:
-
ACR122U (paling populer & stabil)
-
PN532 (embedded / IoT / Arduino)
-
-
Kartu MIFARE Classic (1K)
Perangkat Lunak (Software)
-
Mifare Classic Tool (MCT) – Android
-
NFC Tools – Android
-
libnfc – Linux
-
SDK bawaan reader (Windows/Linux)
Tahapan Cara Mengisi Data ke Kartu MIFARE Classic
1️⃣ Membaca UID Kartu
Setiap kartu memiliki UID unik (4 atau 7 byte).
Contoh:
UID: 04 A3 9F 12 7C 80
👉 UID tidak bisa diubah, dan tidak disarankan dijadikan satu-satunya kunci keamanan.
2️⃣ Autentikasi ke Sektor
Sebelum menulis data, reader harus login ke sektor menggunakan Key A atau Key B.
Default pabrik:
FF FF FF FF FF FF
Sistem profesional wajib mengganti key default.
3️⃣ Menyiapkan Data (16 Byte)
Data harus tepat 16 byte per blok.
Contoh informasi parkir:
MSM|260226|A01
Dikonversi ke HEX:
4D 53 4D 7C 32 36 30 32 32 36 7C 41 30 31 00
Padding 00 digunakan jika data kurang dari 16 byte.
4️⃣ Menulis ke Block Data
-
Pilih block data, bukan trailer
-
Lakukan write
-
Lakukan read ulang (verify)
5️⃣ Validasi di Sistem Backend
Best practice modern:
-
Kartu hanya menyimpan token/ID
-
Data detail disimpan di server
-
Server memverifikasi:
-
UID
-
Token
-
Status kartu
-
Anti-cloning logic
-
Contoh Implementasi Nyata: Sistem Parkir Tap Card
Data di Kartu
-
ID Kartu (token pendek)
-
CRC / checksum
Data di Server
-
Plat nomor
-
Waktu masuk
-
Gate lokasi
-
Tarif
-
Riwayat transaksi
📌 Kartu bukan database, tapi kunci autentikasi.
Perbedaan MIFARE Classic vs DESFire (Ringkas & Penting)
| Aspek | Classic | DESFire |
|---|---|---|
| Struktur | Sector/Block | Application/File |
| Enkripsi | Proprietary | AES / 3DES |
| Keamanan | Menengah | Sangat tinggi |
| Cocok untuk | Parkir umum | Pelabuhan, bandara |
Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi
❌ Menulis ke sector trailer tanpa paham access bit
❌ Semua kartu pakai key default
❌ Menyimpan saldo plain text
❌ Mengandalkan UID saja
❌ Tidak ada sistem anti-clone
Rekomendasi Praktik Terbaik (Best Practice)
-
Gunakan key unik per sektor
-
Pisahkan data kartu & data server
-
Tambahkan checksum / rolling token
-
Gunakan log transaksi
-
Audit kartu secara berkala
FAQ Singkat
Apakah kartu MIFARE bisa di-clone?
Ya, jika sistem hanya mengandalkan UID & key default.
Apakah MIFARE Classic masih layak dipakai?
Layak untuk parkir & akses non-finansial, dengan desain sistem yang benar.
Kapan harus pindah ke DESFire?
Jika sistem menyangkut uang, skala besar, atau objek vital.
Penutup
Memahami cara mengisi data ke kartu MIFARE bukan sekadar menulis byte, tetapi menyangkut arsitektur sistem, keamanan, dan keberlanjutan operasional. Dengan desain yang benar, MIFARE Classic masih sangat relevan dan efisien untuk berbagai kebutuhan di Indonesia.


