Palang Parkir Bandung

Distributor Alat kebutuhan parkir barrier gate,software parkir dan pintu Otomatis di Bandung Sejak 2012

Kantor Pemasaran

CV. Megah Sakti Makmur
Alamat: Jalan Cijawura Girang III No.36 Ruko 2F-2G, Margasari, Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat 40286, Indonesia
Telepon : +62 22 87307853
CS : +62851-009-566-00
***************************************************
CV. Megah Sakti Makmur Yogyakarta
Jalan Bugisan Selatan No. 11 Kel.Tirtonirmolo Kec. Kasihan Kab.
Bantul Yogyakarta
Telp. 0822 1437 6500
Permintaan Penawaran Klik di sini

"kunjungi Langsung Kantor kami untuk Cek Fisik produk ,Demo,ketentuan Garansi dan Negosiasi Sebelum anda Membeli"

Minggu, 27 Januari 2013

Tiap 20 Tahun Nilai Rupiah bertambah 1 Nol


Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) berencana melakukan redenominasi dengan menghapuskan tiga nol pada rupiah. Hal ini dilakukan agar mata uang tidak bertambah setiap tahunnya.

Juru Bicara BI Difi A Johansyah menjelaskan, pada lima tahun lalu BI pernah diminta untuk mencetak uang dengan pecahaan besar mencapai Rp1 juta per lembar. Hal ini menyusul semakin naiknya transaksi kebutuhan rupiah.

"Lima tahun lalu kita pernah diminta mencetak Rp1 juta atau Rp200 ribu selembar karena ekonomi terus tumbuh dan ini penting untuk memudahkan transaksi," ungkap dia dalam diskusi Hot Topics di Sindo Radio, Senin (27/1/2013)

Namun, BI enggan menerbitkan mata uang tersebut. BI menilai tidak harus selalu menyesuaikan ke atas. "Lalu kita berfikir, kenapa harus adjust ke atas bukan ke bawah," tambah dia.

Menurutnya, ekonomi Indonesia terus tumbuh, karenannya uang dengan pecahan paling besar Rp100 ribu yang ada sekarang dirasa tidak cukup. oleh Karena itu, beberapa kalangan meminta pecahan yang lebih besar.

BI pun berpikir agar lebih baik menyederhanakan nilai tukar dengan menghilangkan beberapa 0 ketimbang menambah pecahan baru. "Tapi kita harus belajar dari Zimbabwe, kalau kebanyakan angka nol mata uangnya tidak berharga," tambah dia.

Apalagi, menurut Difi, terus tumbuhnya ekonomi nasional membuat Indonesia terus membutuhkan pecahan nilai rupiah yang lebih besar. "Jadi, setiap 20 tahun, ada kecenderungan untuk menambah satu angka nol di mata uang kita di tengah ekonomi yang bergejolak," tutupnya. (mrt)